Diposkan pada 2 September 2016

Salah satu hal penting yang wajib dilakukan oleh orangtua pada anak adalah imunisasi. Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya, sehingga ia akan memiliki kesempatan untuk beraktivitas, bermain, dan belajar.

Imunisasi merupakan upaya kesehatan yang paling efektif  untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Pada tahun 2014, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan jadwal imunisasi baru. Jadwal ini memiliki beberapa perubahan dari versi lama. Simak keterangan di halaman berikut ini, agar buah hati mendapatkan perlindungan yang optimal:

Hepatitis B

Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian vitamin K (untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K). Bila bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan juga immunoglobulin hepatitis B (HBIg) yang disuntikkan pada ekstremitas (tungkai) yang berbeda.

Polio

Vaksin polio oral (OPV-0) harus diberikan pada saat lahir atau saat bayi dipulangkan dari rumah sakit setelah proses melahirkan. Vaksin polio selanjutnya (polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster) dapat diberikan dalam bentuk OPV yang diberikan lewat mulut atau IPV yang diberikan secara disuntikkan dalam otot. Namun, sebaiknya paling sedikit diberikan 1 dosis IPV.

BCG

Pemberian BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, lebih optimal lagi jika diberikan pada tepat usia 2 bulan. Namun demikian, jika diberikan melewati usia 3 bulan, maka diperlukan uji tambahan, yakni uji tuberkulin (tes mantoux).

DTP

DTP pertama kali diberikan kepada anak paling cepat pada anak usia 6 minggu. Dalam proses pemberiannya dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Bagi anak yang berumur lebih dari 7 tahun, diberikan pula vaksin Td, booster setiap 10 tahun.

Campak

Vasin campak diberikan dua kali pada anak ketika berusia 9 bulan dan 24 bulan. Perlu diketahui, vaksin campak kedua tidak perlu lagi diberikan ke anak apabila vaksin MMR sudah diberikan pada usia 15 bulan.

Pneumokokus (PCV)

Bila diberikan pada umur 7-12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan (ditambah booster pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)

Bila diberikan pada umur lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali (ditambah booster minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)

Bila diberikan pada anak di atas 2 tahun, cukup diberikan 1 kali

Rotavirus

Monovalen diberikan 2 kali:

Dosis pertama diberikan pada anak umur 6-14 minggu.

Dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu (sebaiknya selesai sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu)

Pentavalen diberikan 3 kali:

Dosis pertama diberikan pada anak berusia 6-14 minggu.

Dosis kedua diberikan 4 hingga 10 minggu kemudian.

Dosis ketiga diberikan pada usia kurang dari 32 minggu

Varisela

Vaksin varisela diberikan setelah anak berusia 12 bulan. Namun demikian pemberian vaksin terbaik pada umur sebelum masuk SD. Perlu diingat, bila diberikan pada anak berusia lebih dari 12 tahun, maka diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu

Influenza

Vaksin influenza diberikan pada anak umur minimal 6 bulan, kemudian diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali, vaksin influenza diberikan pada anak berusia kurang dari 9 tahun, dengan cara pemberian diberikan dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk hal dosis, vaksin influenza untuk anak berusia 6-36 bulan adalah sebanyak 0,25 mL.

Human Papiloma Virus (HPV)

Vaksin HPV diberikan kepada anak ketika memulai usia 10 tahun, dengan pemberian 3 dosis. Yaitu secara berkala dengan 3 kali suntikan dalam waktu yang berbeda selama 6 bulan. Suntikan kedua diberikan 2 bulan setelah suntikan pertama. Kemudian suntikan ketiga diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama.

 

Sumber : www.okezon.com