Diposkan oleh admin pada 4 December 2014


Layanan yang juga sangat bermanfaat untuk menunjang tumbuh kembang buah hati adalah Klinik Psikolog Anak.

Jadwal Konsultasi dengan ibu Stephanie, S.Psi., M.Psi., : Senin - Rabu, jam 14.30 - 15.30. Hari lain dengan perjanjian. 

Jenis layanan di Klinik Psikolog Anak sangat beragam, sesuai tahapan usia dan kebutuhannya.

Setiap tahapnya bermanfaat untuk mengetahui potensi, bakat, minat & kemampuan, sehingga dapat sangat membantu dalam membimbing & mengarahkan anak untuk meraih cita-citanya.

Selain itu, dengan berkonsultasi kepada Psikolog anak, diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi anak, seperti : kesulitan belajar, masalah emosional, dan masih banyak lagi masalah psikologis lainnya.

 

 

SEPUTAR MASALAH PSIKOLOGI

Emosional Anak

Perkembangan emosional anak seringkali membuat para orang tua bingung. Tak jarang yang menyikapinya secara ekspresif dan keras. Bahkan orang tua sering merasa was-was atau khawatir terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada anak. Termasuk ketika anak berubah menjadi pemalu, pendiam, dan senang menyendiri.

Perasaan malu pada anak mulai muncul saat usia satu tahun. Pada saat itu rasa malu timbul karena anak sudah mulai bisa membedakan antara orang-orang yang sudah dikenal dengan orang-orang yang dianggapnya asing. Perasaan malu ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan bisa karena temperamen anak sejak lahir maupun karena pengaruh perlakuan orang tua terhadap anak.

Harapan Tinggi

Ada beberapa jenis perlakuan orang tua yang membuat anak menjadi pemalu. Diantaranya, harapan yang terlalu tinggi dari orang tua terhadap anak. Para orang tua mengharapkan anak menjadi seseorang yang ‘lebih unggul’. Baik menyangkut kepintaran, kecerdasan, ekspresi, kelucuan, maupun perkembangan fisik. Namun harapan orang tua ini justru bisa berbalik menjadi tekanan bagi anak ketika berlebihan.

Artikel psikologi anak banyak yang menyorot sikap berlebihan orang tua dalam melindungi anak, justru akan memberikan efek kurang baik pada anak. Orang tua yang terlalu protektif, banyak memberikan larangan, maupun berbagai pembatasan justru akan membuat anak menjadi takut untuk berbuat dan malu terhadap orang-orang di sekitarnya.

Dalam mendidik anak, orang tua biasanya terjebak pada berbagai ketakutan maupun kejengkelan menghadapi perkembangan kejiwaan anak. Larangan maupun pembatasan orang tua merupakan cermin ketakutan apabila anak-anak ingin bermain akan menjadi kotor, terkena penyakit, jatuh, atau ketakutan lainnya. Sementara pada sisi lain, ketika anak menunjukkan kebandelan dan kebebasan dalam berekspresi seringkali ditangkap sebagai beban yang menjengkelkan orang tua sehingga perlu dibatasi.

Persaingan

Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi anak menjadi pemalu adalah persaingan antar saudara atau teman sebaya. Seorang anak yang aktif akan mudah bergaul, periang, dan gampang menarik perhatian. Sedangkan anak yang pasif cenderung menarik diri karena kurang mendapat tanggapan dari anak-anak yang lain. Kondisi ini akan semakin membuat anak menjadi pemalu dan tertekan.

Menghadapi anak-anak seperti ini, orang tua perlu melepaskan ambisi dalam mendidik anak. Artikel psikologi anak banyak yang menekankan agar orang tua memberikan kebebasan kepada anak, untuk merasakan apa yang diinginkannya. Terutama saat anak berusia 1 - 5 tahun, keleluasaan dalam berekspresi ini justru akan mengembangkan kejiwaan anak menjadi seseorang yang aktif. Sehingga anak tidak akan menjadi malu atau takut terhadap lingkungannya.